RINDU

rindu Allah (1)Cinta merupakan condongnya hati terhadap sesuatu yang amat terasa keindahanya . Kalau condongnya hati terlalu kuat dan menggebu-gebu,artinya sudah sampai tingkat rindu. Rasa itu mampu membawa seseorang menjadi budak bagi yang di cintai, bahkan membelanjakan semuanya demi yang di cintai.

Tidakkah engkau lihat Zulaikha! Hanya demi cintanya terhadap Yusuf ia kehilangan kecantikan dan semua yang dimiliki diserahkan demi Yusuf,termasuk mutiara dan kalung seberat 70 unta. Semuanya amat ringan demi pengorbanan cinta, bahkan kalung yang bisa membuat orang langsung kaya seketika, itupun diberikan demi cinta, sampai-sampai tak tersisa sedikitpun harta Zulaikha. Sesuatu disekitarnya selalu terbayang Yusuf, dimana-mana ada Yusuf,bahkan ketika mendongak ke langitpun terbentang nama Yusuf berjajar amat indah diantara bebintang.

Ada Riwayat, “ Sesungguhnya Siti Zulaikha setelah beriman dan menikah dengan Yusuf as, ternyata ia selalu menjauh dan menyendiri dari Yusuf untuk beribadah Kepada ALLAH SWT. Bila Yusuf as mengajaknya siang, maka ia menahanya sampai malam hari. Bila Yusuf as mengajaknya malam hari, iapun menahanya sampai waktu siang.

Zulaikha Berkata :

“Wahai Yusuf, sesungguhnya aku sudah mencintaimu jauh sebelum aku mengenal Dia, namun ketika aku mengenal_Nya, hatiku tak ada ruang lagi meletakkan cinta terhadap sesuatu yang lain selain Dia,termasuk kamu, dan aku tidak menghendaki ada ganti kecuali hanya Dia saja.”

Akhirnya Yusuf as , memberi pengertian, “Sesungguhnya Allah memerintahkan aku berbuat demikian(jima), akan di keluarkan dari rahimmu 2 putra yang Dia jadikan Nabi_Nya.”

“Kalau memang begitu perintah Allah, yang menjadikan aku jalannya kesana,artinya berbuatan itu masih disebut taat Kepada Allah.” Sejak itu hati Zulaikha baru tenang disisi Yusuf as.

Kisah : Ada orang yang sangat tergila-gila dengan Lailah. Tiap hari ia menyebut “Lailah….Lailah….Lailah….! padahal Lailah sudah meninggal dunia. Ia hanya menjawab , “ Lailah berada dalam hatiku, dan ia tidak akan mati. Lailah sudah lama dalam hatiku, akulah Lailah.

Suatu hari ia lewat depan rumah Lailah, justru ia memandang ke langit. Di sana ada yang berkata, “wahai orang gila, janganlah engkau memandang kelangit tapi lihatlah pagar rumah Lailah , disana engkau akan melihat Lailah.

Dia menjawab, “aku cukup memandang sebua bintang yang jatuh tepat di atas rumah Lailah.”

Kisah : Manshur Al Halaaj ra, di tahan orang-orang selama 18 hari. Kemudian Asy syubali bertanya, “Wahai Manshur apa yang paling engkau cintai, “

Dia menjawab : “Jangan bertanya hari ini, tapi tanyalah besok pagi. Pagi haripun datang, mereka mengeluarkan Manshur dari penjara, dan siap untuk di hukum bunuh. Syubali pun lewat di depan Manshur, ia berkata ; Wahai Syubali, cinta berawal dari terbakarnya hati dan berakhir dengan terbunuh.

Merupakan pertanda demikian Manshur Al Halaaj bahwa semuanya adalah batal,salah tidak nyata,kecuali hanya Allah saja. Hanya Dia lah yang Haq. Dan Manshur lupa namanya sendiri saat hatinya tertambat Pada_Nya, ketika di tanya siapa engkau, ia menjawab, Aku adalah Tuhan yang Haq. “

Diriwayatkan : bukti kebenaran cinta terhadap Allah ada 3 hal :

_Lebih memilih perkataan Firman_Nya dari pada perkataan lain.

_Lebih memilih berkumpul dengan Kekasihnya dari pada yang lain.

_Lebih memilih Ridlo kekasihnya dari pada ridlo yang lain. ( Kitab Al Muntaha)

Gelora Rindu

Gelora rindu mampu merobek segala macam tutup dan membuka semia rahasia. Greget cinta mampu melemahkan roh, sebab ia memikul beban penguasaan cinta yang memuncak di saat ada manisnya Dzikir. Sehingga andai saat itu ada bagian anggota tubuh yang potong,ia tidak merasakan apa-apa.

Kisah : Seorang lelaki mandi di sungai Furaat, tiba-tiba ia mendengar seorang lelaki membaca ayat :

“ Hari ini (kiamat), berpisahlah kamu wahai orang-orang yang berdosa” (QS.36 Yasin ; 59)

Maka tubuhnya langsung terguncang-guncang sampai ia tenggelam dan mati.

Melalui Muhammad bin Abdullah Al Baghdadi, dia berkata “ Di Bashra aku pernah melihat seorang pemuda yang berada di atas bangunan yang tinggi. Dan masih jelas di antara sekian manusia, ia berkata , “Barang siapa mati dalam posisi cinta yang tinggi, hendaknya ia mati dengan cara begini, tiada pengorbanan cinta yang tinggi kecuali mati. Ia langsung menjatuhkan dirinya dari atas gedung,iapun mati dan Junaid Berkata : “Tasawuf itu tampa percobaan”.

Kisah : Dzun Nun Al Mishri memasuki Masjidil Haram. Kebetulan ia melihat seorang lelaki telanjang yang tersingkir,bahkan sakit tergeletak di bawah tiang masjid. Hatinnya merintih sangat perih. Dzun Nun Al Mishri mendekati dan memberi salam , Lalu bertanya :

“Engkau siapa wahai anak muda”

“Aku adalah pengembara yang lagi mabuk rindu “

“Akupun mengerti apa maksud dia, lalu akupun berkata, Aku juga sepertimu”

Tiba-tiba ia menangis , akupun ikut menangis, dia malah bertanya, “Engkau ikut menangis”

Aku menjawab : “Aku juga seperti kamu”

Ia lantas menangsi lagi dengan tangisan yang keras sambil berteriak keras, melengking, bersamaan itu nyawanya juga keluar.

Aku melepas pakaianku untuk meneutupi jasadnya, lalu aku tinggalkan untuk mencari kain kafan yang pantas untuk dia di toko. Akupun kembali dengna membawa kain kafan yang kudapat,tapi anehnya, ia tidak berada ditempat semula, “Subhaanallooh…”! Rintuhku. Dan terlintas hati berkata, “Wahai Dzun Nun, sesungguhnya dia pengembara yang selama ini dicari-cari syetan, namun tidak ditemukannya, juga di cari-cari oleh malaikat Malik, tapi tidak juga ditemukan, juga dicari-cari Malaikat Ridwan disurga, tapi tidak ditemukan.
Aku bertanya, “lalu dimana dia ditemukan!
Aku mendengar jawaban teriakan.

“Berada pada tempat yang benar,yakni disisi Maha Raja yang berkuasa” (QS. 54 Al: 55).”

Dia begitu karena terlalu besar cintanya, terlalu banyak taat tampa menunda-nunda tobatnya. Demikian disebutkan dalam kitab Zahur Riyadl.

Sebagian masyayikh mengenai persoalan cinta. Dia menjawab “sedikit bergaul,sering menyendiri, sering berfikir dan kelihatannya pendiam. Ia tidak melihat bilaman memandang, tidak mendengar bila dipanggil, tidak paham bila bicara dan hatinya tidak bersedih bila kena bencana. Bila perutnya lapar, ia tidak mengerti kalau sedang lapar, ia telanjang tapi tidak merasa telanjang,sering dimaki-maki tapi tidak gentar. Ia selalu menyendiri memandang Allah, ia merasa bahagia bisa berbisik dengan_Nya. Dan dalam urusan duniawi tidak ingin saling berebut dengan orang-orang.

Abu Tawwab An Nakhsyas menulis beberapa syair mengenai tanda-tanda cinta :
_Bagi seorang kekasih ada beberapa tanda, dan janganlah engkau tertipu :   (1) ia memiliki beberapa perantara untuk mencapai kekasihnya (Allah).

_(2) ia merasa nikmat sekalipun siksanya pahti,dan ia merasa gembira atas apa yang dilakukan oleh_Nya.

_(3) menolak merupakan pemberian yang diterima dari_Nya, dan kekafiran merupakan penghormatan dan kebajikan yang disegerakan.
_Termasuk tanda-tanda cinta , engkau melihat semua yang dicita-citakan adalah menurut sang Kekasih, walau dengan langkah yang terlalu jauh, atau dihinakan oleh orang-orang.

_Tanda-tandanya lagi , masih nampak tersenyum sekalipun hatinya sedih gara-gara sang kekasih

_Tanda-tandanya lagi, dia nampak selalu ingin mengerti akan firman Dzat disiss_Nya yang selalu menuntunnya.

_Sebagian Tandanya, dia hidup dalam kesederhanaan, juga tetap konsekuen terhadap yang di ucapkan.

Hikayat : Nabi Isa As, pernah melewati pemuda yang sedang menyiram kebun. Tiba –tiba ia meminta pada Nabi Isa as, “Mintakan aku kepada Tuhanmu Anugrah rasa cinta kepada_Nya sekalipun seberat semut dan Dzarroh.!
Isa menjawab : “Engkau tidak akan kuasa menerimah seberap Dzarrohpun”
Katanya, “kalau begitu setengah Dzarroh saja”
Lalu Nabi Isa As, berdaoa, “Ya Tuhanku, berikan dia anugrah cinta seberat setengah dzarroh.”

Nabi Isa As, pergi dan beberapa waktu kemudian Isa kembali ke situ.
Isa bertanya, dan orang-orang menjawab, “sekarang dia gila dan pergi kegunung.

Nabi Isa as, berdoa agar di perlihatkan keadaan pemuda itu, Isa melihat dia diantara bebatuan gunung, berdiri diatas batu paling besar sambil membelalakan matanya kelangit. Nabi Isa memberi salam dan ia tidak menjawab.

“Aku adalah Isa : kata Isa As”

Akhirnya Allah menurunkan Wahyu kepada Nabi Isa As. “Bagaimana mungkin ia mendengar pembicaraan manusia, sementara dalam hatinya ada rasa cinta kepada KU sekalipun seberat setengah dzarroh! Demi keangungan dan keangungan KU, andai engkau memenggal dengan gergaji dai tidak merasakan hal itu”.
                                                                   ****

Barangsiapa yang menyatakan 3 hal, sementara ia tidak bersih dari 3 hal lainya, maka ia tertipu ;

_Orang yang mengaku manisnya Dzikir kepada Allah, sementara ia masih mencintai duniawi.

_Orang yang mengaku ihlas beramal, namun mengharap pujian dari manusia.

_Orang yang mengaku cinta kepada Sang Penciptanya tanpa mau berkorban demi cinta_Nya.

Nabi Saw Besabda :

“Akan datang zaman menimpa umatku, dimana mereka mencintai lima perkara dan lupa lima perkara.

_Mereka mencintai dunia dan lupa Akherat.

_Cinta harta benda dan melupakan hisab.

_Cinta terhadap sesama Mahluk dan lupa terhadap Sang Pencipta.

_Cinta kepada dosa dan lupa bertobat.

_Mencintai rumah-rumah mewah dan lupa terhadap rumah kuburan.

Manshur bina Ammar menasehati seorang pemuda, “Wahai janganlah masa mudamu menipu kamu. Banyak pemuda yang menunda-nunda tobat, banyak menghayal, dan lupa terhadap kematian, mereka sering berkata, ‘Aku akan bertobat besok-besok saja.. , sampai datang malaikat maut dan mereka masih lupa tobat. Diapun sudah dalam perut kuburan, harta tak berguna, juga hamba, anak, bapak dan ibu.

 Sebagaimana ada Firman Allah :
“Pada hari dimana anak-anak dan harta benda tidak berguna kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat”. (QS 26 : 88-89).

“Ya Allah, turunkan rizki tobat sebelum kami mati, ingatkan kami ketika lupa dan berikan kemanfaatan kepada kami atas syafaatnya Nabi Muhammad Saw”.

Termasuk watak orang mukmin ialah bertobat pada hari melakukan dosa dan menyesali atas apa yang diperbuat. Ia sudah Ridho dengan kekuatan apa adanya di dunia tanpa menyibukkan diri justru ia menyibukkan diri dengan mengerjakan amal akherat serta beribadah kepada Allah Ta’ala dengan ihklas.

Hikayat : Ada seorang pelit serta munafik, ia bersumpah terhadap istrinya, tidak akan sedekah dengan menggantungkan thalag. Datang seorang pengemis, “Wahai tuan rumah , berikan sesuatu padaku”.
Sang istri memberikan 3 buah potong roti. Dan di tengah jalan sang suami munafik dan pelit bertemu dengan pengemis itu, dia bertanya , “siapa yang memberimu roti itu”!
   “Aku diberi dari rumah si anu”! jelas pengemis,

Dan tidak lain yang dimaksud ialah rumahnya. Ia pulang dan berkata kepada istrinya, “bukankah aku bersumpah agar kamu jangan memberikan sedekah pada seseorang”!
“Aku memberi karena Allah Azza Wa Jalla.”
Simunafik pergi ketunggu api dan menyalakan sampai panas. Lalu ia berkata kepada istrinya,
“sekarang berdiri dan lemparkan dirimu kedalam tunggu ini karena Allah Azza Wa Jalla. “

Sang istri berdiri sambil menanggalkan perhiasan-perhiasannya,
“Seorang kekasih akan memakai perhiasannya demi kekasihnya. “ Lalu dia menjatuhkan dirinya ketunggu, dan simunafik menutup rapat-rapat.

Tiga hari kemudian simunafik membuka tunggu. Dan ia melihat istrinya masih nampak sehat karena kekuasaan Allah. Dia terbelalak dengan kejadian ini dan terasa ada yang berteriak,
“Tidakkah engkau mengerti bahwa api tidak mampu membakar kekasih-kekasih Kami! “

Kisah : Aisyah adala istri fir’aun yang menyembunyikan imanya dari fir’aun. Ketika fir,aun mengetahui keimanan Aisyah, ia memerintahkan menghukum Aisyah, dengan berbagai macam siksaan.

“Keluar dari agama mu ! “ bentak fir’aun.

Aisyah tetap tidak mau murtad dari Agamanya. Aisyah pun dipukuli dengan tongkat.

“Keluarlah dari agamamu ! “ bentak fir’aun.

“Engkau dapat menguasai tubuhku, namun kau tidak mampu menguasai hatiku, hatiku tetap dipelihara Tuhanku. Andai engkau memotong bagian tubuhku , tidaklah malah menambah cintaku pada_Nya”, Jawab Aisya.

Saat itu Nabi Musa As lewat di depan Aisyah. “Wahai Musa, ceritakanlah padaku , apakah Tuhan Ridho atau murkah padaku! “.

Musa Menjawab : “ Aisyah…! Para malaikat langit sedang rindu dan menanti kehadiranmu, Allah sangat bangga terhadapmu, mintalah kebutuhanmu pada_Nya tentu akan dipenuhi. “

Aisyah berdoa, “Ya Tuhanku, Bangunkan aku gedung di surga di sisi MU, serta selamatkan aku dari fir’aun dan perbuatannya,juga selamatkan aku dari kaum yang dlolim.” (QS. 66 : 11).

Melalui Abu Hurairah ra, “Sesungguhnya fir’aun menancapkan empat buah tombak untuk menelantahkan tubuh istrinya, di atas dada Aisyah di letakkan alat penggiling, lalu wajah Aisyah di hadapkan ke matahari, Saat itu Aisyah berkata :

“Tuhan, bangunkan aku sebuah rumah di sisi Mu di dalam surga” (QS. 66 At Tahrim : 11).

Kata Hasan, “Allah menyelamatkan dan memuliakan dia. Allah mengangkatnya ke surga, dia bisa makan dan minum di sana”.

Ini menunjukkan pedoman dalil bahwa, memohon perlindungan kepada Allah serta kembali kepada_Nya, serta ihlas ketika ada ujin bencana, merupakan proses perjalanan bagi orang-orang sholeh dan pedoman bagi orang-orang mukmin.

 

Advertisements

CINTA

cinta kepada AllahSeorang pernah melihat wujud gambar jelek di tengah hutan, dia bertanya, ‘engkau siapa ! .

Perwujudan buruk itu menjawab, ‘Aku adalah penjelmaan amal jelekmu’.

Silelaki bertanya lagi, bagaimana aku bisa lepas darimu !

Ucapkan Sholawat kepada Nabi Muhammad Saw, sebagaimana beliau pernah besabda :

“ Pada hari jum’at membaca Sholawat kepada ku sebanyak 80 kali, maka Allah mengampuni dosa-dosanya selama 80 tahun. “

Seorang lelaki lupa tidak membaca sholawat Nabi Saw, suatu malam ia bermimpi melihat Nabi Muhammad Saw, tidak menoleh kepadanya, ia lalu bertanya : Wahai Rasul, apakah engkau marah padaku !.

Tidak, Jawab beliau Saw.

Lalu kenapa engkau tidak memandangku!

Karena Aku tidak mengenalmu” jawab beliau Saw.

Kata lelaki itu , bagaiman engkau tidak mengenal aku, padahal aku umatmu!

Lelaki bangun dari tidurnya, kemudian setiap harinya dia selalu mengucapkan sholawat 100 kali, dan suatu hari ia bermimpi melihat Rasulullah saw, beliau bersabda :

“ Sekarang aku mengenalmu,dan aku akan memberi syafaat buatmu. “

Artinya ia sudah menjadi orang yang amat “cinta” terhadap Rasulullah Saw. Para ulama meriwayatkan, “Engkau (Nabi Saw) Lebih mengenali umatmu dari pada ibu mengenal anaknya.

Firman Allah Ta’ala :

“Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah……” (QS. 3 : 31).”

Sebab-sebab turunnya Ayat di atas ketika Rasulullah Saw mengajak Ka’ab bin Asyrof dan kawan-kawannya masuk Islam. Mereka menjawab, kami adalah putra-putra Allah, dan sungguh-sungguh kami amat mencinta Allah. “Lalu Allah berfirman kepada Nabinya (ayat Di atas).

“Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutlah dengan Agamaku,Allah pasti mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah adalah Dzat Yang Maha Pengampun dan Penyayang (QS. 3 Al Imran ; 31)”.

Ikutlah dengan Agamaku……. Karena aku adalah utusan Allah. Aku bertugas meyampaikan Risalah_Nya, taat kepada_Nya dan mencari Ridlo_Nya. Dan cintaNya Allah terhadap orang mukmin ialah melalui pujian_Nya terhadap mereka atas Pahalanya kepada mereka, juga ampunan dan Rahmat_Nya.

Kata Imam Ghazali dalam Ihya-nya ; Barang siapa yang mengakui empat hal tampa melakukanyang empat, maka dia adalah pembohong :

_Barang siapa yang mengaku cinta surga,namun tidak beramal dengan taat, maka dia pembohong.

_Barang siapa yang mengaku takut terhadap neraka dan tidak meninggalkan maksiat, itupun pembohong.

_Barang siapa yang mengaku cinta terhadap Allah, sementara ia selalu resah akan Siksa_Nya, maka dia adalah pembohong.

Robi’ah berkata :

“Engkau durhaka terhadap Tuhan, sedangkan engkau menampakkan kecintaan kepada_Nya,demi umurku sebagai taruhan(ukuran),maka itu merupakan sesuatu yang aneh. Andaikan cintamu benar, artinya engkau mentaati_Nya,karena orang yang cinta akan selalu patuh terhadap yang di cintai.”

Kisah : Ada serombongan orang mengunjungi Asy Syubaali ra, dia berkata, Siapa kalian semua!

“Asy Syubaali menghadap mereka dengan membawa batu dan melempari mereka,merekapun lari.

Asy Syubaali berkata, “Mengapa kamu lari dariku ! Andai kamu betul-betul mencintai aku,pasti tidak lari dari percobaanku.”

Asy Syubaali melanjutkan fatwanya, “orang-orang yang punya rasa cinta terhadap Allah akan mereguk minuman dari gelas cintanya,dan bagi mereka negeri dan bumi amat sempit, Mereka minum dan tenggelam dalam lautan Rindu kepada_Nya, dan mereka merasakan kenikmatan bermunajat kepada_Nya”.

Kemudian dia melantunkan Sya’ir :

“Ingat yang di cinta wahai Tuhanku,akan membuat aku mabuk, dan apakah engkau pernah melihat orang bercinta tampa di rasuki mabuk kepayang”

Ada yang berkata, “Sesungguhnya seekor unta yang lagi mabuk,ia tidak akan mau makan rumput selama 40 hari. Namun bila di bebankan dipunggungnya ,iapun akan membawa beban itu. Manakala sekarat hati menggebu-gebu ingat terhadap kekasih,iapun enggan memasukkan makanan dan tidak peduli beban di punggung tetap ditanggung demi rindunya terhadap kekasih. Unta saja bisa meninggalkan kesenangannya dan mau menanggung beban dipunggung demi sang kekasih, lalu apa kalian tidak sanggup meninggalkan kesenangan yang diharamkan Allah ! apakah kamu enggan menambah beban berat demi Allah Ta’ala ! kalau kamu tidak mampu, artinya pengakuanmu menyatakan cinta tinggal nama tampa suatu makna. Tidak akan berguna didunia maupun di akherat,juga di hadapan sesama mahluk atau kelak di hadapan Sang Pencipta.

Ali Kw, berkata : Barang siapa yang merindukan surga, tentu ia berkemas-kemas menuju segala bentuk kebajikan. Dan barangsiapa takut terhadap neraka, iapun akan mencegah nafsunya dari yang disenangi. Dan barang siapa yang meyakini mati, pasti semua kesenangan dunia di anggap remeh”.

Ibrahim Al Kwawwassh di tanya mengenai kecintaan terhadap Allah. Ia menjawab, “Menghilangkan semua keinginan,membakar sifat matrialistis atas semua kebutuhan, lalu ia menenggelamkan dirinya ke lautan ( yang menjadi sebab datangnya petunjuk).

TOBAT

abhel10Tobat diwajibkan kepada muslimin muslimat. Allah Ta’ala berfirman :

“ Bertobatlah kalian kepada Allah dengan tobat Nashuha” (QS. 66 At Tahrim :8).

Ayat diatas menunjukan perintah wajib. Allah Ta’ala Berfirman :

“ Janganlah kalian seperti orang-orang yang lupa kepada Allah”.

Maksudnya,lupa terhadap yang di janjikan kepada Allah,serta menyingkirkan ajaran Allah di belakang mereka.

Kemudian Allah menjadikan dia lupa terhadap diri sendiri, ialah mereka lupa keadaanya sendiri dengan tidak mengutamakan kebajikan.

Nabi Saw bersabda :

“Barang siapa yang senang bertemu dengan Allah ,maka membenci bertemu dengan Allah, maka Allah pun benci bertemu dengannya”.

Firman Allah :

“ Mereka itulah orang-orang yang fasik (QS. 59 Al Hasyr :19).”

Ialah orang ahli maksiat,ahli mengingkari janji,keluar dari (Sebab-sebab) turunnya Hidayah,Rohmat dan pengampunan.

Orang fasik ada 2 macam :

_fasik yang kafir : maksudnya tidak mengakui adanya Allah (iman kepada_Nya), serta keluar dari jalur Hidayah dan masuk ke arah ke sesatan.

Firman Allah :

“Dia fasik terhadap yang di perintahka Tuhan_NYA (QS. 18 : 50).

Mengeluarkan sikap taat akan perintah Tuhanya dengan membuang iman.

_Fasik yang banyak dosa (Fajir) : ialah orang ahli mabuk-mabukkan,makan barang haram,berzina,durhaka kepada Allah,serta keluar dari jalur ibadah dan masuk ke jalur kesesatan.

Bedanya : Orang fasik kafir tidak di ampuni kecuali denga syahadat dan bertobat sebelum ia mati.

Sedangkan Fasik fajir,harus kembali minta pengampunan kepada Allah dengan jalan tobat dan menyesali dosa-dosanya sebelum ia mati. Sebab dasarnya,setiap kemaksiatan yang di dorong oleh hawa nafsu, nafsaniah (kemanusian), maka kembalinya hanya dengan jalan pengampunan. Akan tetapi kalau kemaksiatan yang dasarnya di dorong oleh rasa sombong maka tidak bisa di ampuni hanya dengan Istiqfar, sebab kemaksiatan tersebut di pengaruhi oleh watak iblis yang sombong. Maka seharusnya mereka bertobat untuk menghapus dosa-dosamu sebelum engkau di dahului oleh mati,dengan harapan tobatmu diterima di sisi Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman :

“Dia adalah Dzat yang menerima tobat dari hamba-hamba_Nya yang minta ampun atas kesalahan-kesalahan. (QS. 42:25)”.

Allah menghapus semua kesalahan dengan catatan tobatnya di terima.

Nabi Saw Bersabda   :

“Seseorang yang tobat karena dosa-dosanya,maka ia laksana orang yang tidak memiliki dosa”.

Kisah : Ada seorang lelaki yang selalu mencatat setiap dosa yang ia kerjakan. Suatu hari ia melakukan dosa,iapun membuka buku catatanya untuk di tuliskan dosa yang di kerjakan,namun ia tidak menemukan satupun lembar kecuali tertulis firman Allah Ta’ala :

“ Maka demikianlah mereka,kejahatan mereka Allah ganti dengan kebajikan (Qs. 25 Al Furqon :70)”

Allah mengganti syirik dengan iman,zina dengan pengampunan demikian juga dengan kemaksiatan di ganti dengan ketaatan.

Kisah : Ketika Umar bin Khathob ra, menyusuri jalan-jalan kota Madina ,ia bertemu dengna seorang pemuda yang lagi membawa botol di bawah bajunya .

Umar berkata : “Botol apa yang kau bawa di balik bajumu” !

Sesungguhnya botol ini berisi arak, sipemuda sangat malu gemetar sambil merintih dalam hati.

“Ya Tuhanku, janganlah engkau aku malu di hadapan Umar , maka aku berjanji tidak akan minum arak lagi selamanya.”

Kemudian si pemuda baru berani berkata, Wahai Amirul Mukminin botol yang kubawa ini adalah cuka,

“Coba perlihatkan kepadaku agar aku bisa melihat!” .

Kemudian si pemuda membuka botol di hadapan Umar ra, dan ternyata berisi cuka. PIKIR dan RENUNGKAN.!

Mahluk yang bertobat hanya karena takut kepada mahluk lain, itupun Allah merubah araknya bisa berubah cuka. Itu karena ihlasnya bertobat kepada Allah. Andaikan ada orang ahli maksiat bertobat dengan tobatan Nashuha (sungguh-sungguh tobat) dan menyesali dosa-dosanya, maka Allah akan menganti semua kemaksiatannya menjadi (pahala) ketaatan, sebagaiman Allah akan mengganti arak menjadi cuka.

Abu Hurairah ra, menerangkan suatu kisah, dia berkata, “ setelah aku menunaikan Shalat Isya, aku bersama Rasulullah Saw. Aku keluar sebentar , tiba-tiba ada seorang wanita di tengah jalan, dia berkata, ‘Wahai Abu Hurairah, aku telah melakukan dosa, lalu apakah ada gunanya bila aku bertobat!

Aku (Abu Hurairah) menjawab, “Engkau celaka dan membuat celaka pula ; Demi Allah ! tidak ada tobat untukmu”.

Wanita itu langsung pingsan. Dan akupun pergi meninggalkan wanita itu sambil berkata dalam hati, ‘ Aku baru mengeluarkan Fatwa, padahal Rasulullah Saw masih di tengah-tengah kami, akupun kembali ke beliau Saw, menceritakan yang terjadi pada wanita tersebut.

Beliau Saw langsung bersabda :

“ Celaka! engkau celaka dan mencelakakan, apakah kamu tidak mendengar ayat ini…….!

     “Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan lain bersama Allah, dan tidak pula membunuh manusia yang di haramkan allah kecuali dengan kebenaran, juga tidak pula mereka berzina. Dan barang siapa yang berbuat demikian, pasti akan memperoleh dosa ; di lipatgandakan siksanya pada hari kiamat,mereka di sana amat kekal dan terhiana, Kecuali orang-orang yang bertobat beriman dan beramal Shaleh, maka Allah akan menganti kejahatan mereka dengan kebajikan” (QS. 25 Al Furqon : 68-70)”.

Hikayah : Utbah Al Ghulum

Utbah Al Ghulum adalah orang yang berasal dari golongan fasik. Ia sangat terkenal orang yang bejat ,rusak, dan amat gemar dengan mabuk-mabukan. Suatu hari ia masuk pengajian Majelis Taklim Hasan Al Bashri, yang tengah membaca Ayat :

“Apakah belum datang waktunya orang-orang beriman untuk menundukkan hati mereka dalam mengingat Allah” (QS.57 Al-Hadid : 16)

Tidakkah hati mereka sudah sepatutnya takut !

Suatu hari Hasan Al Bishri ra, memberikan nasehat menafsirkan ayat di atas dengan panfsiran yang amat menyentuh, sehingga banyak orang yang menangis. Serta berdirilah seorang pemuda, lalu berkata,

‘Wahai oarng yang bertaqwa dan beriman, apakah Allah masih menerima tobatnya orang yang lemah dan fasik seperti aku!’.

Hasan Berkata, “bisa , Allah menerima tobat akan kejahatan mu”.

Utbah Al Ghulum mendengarkan saja langsung wajahnya pucat , tubuhnya gemetar, ia berterika keras dan langsung pingsan. Ketika Ghulum sadar dari pingsanya, Hasan mendekatinya dan langsung mengucapkan Syair-syair di bawah ini :

“Wahai pemuda maksiat, kepada Tuhan yang memiliki Arsy, mengertikah engkau balasan orang yang berbuat maksiat ! Adalah nerak Syi’ir bagi mereka. Ia memiliki suara nyala api, menggelegar disaat ubun-ubun terpanggang. Kalau engkau menerima neraka-neraka itu, silahkan berbuat maksiat, bila tidak, jauhilah kemaksiatan. Semua kesalahan yang engkau kerjakan, artinya engkau sudah mengadaikan dirimu (diNeraka) , maka bersungguh-sungguhlah untuk melepaskan diri.”

Dan Utbah Al Ghulum berteriak lebih lantang, iapun pingsan untuk yang kedua kalinya.

Ketika sadar ia berkata kepada Hasan Al Bishri ra, ‘wahai syekh, Apakah benar Tuhan Maha Penyayang menerima tobatnya orang seperti aku !.

Hasan menjawab : “Tiada Dzat yang mampu menerimah tobat orang yang menyimpang kecuali Tuhan Yang Maha Memaafkan !.

Kemudian Utbah Al Ghulum mengangkat kepalanya ke atas sambil melafadzkan 3 Doa :

_Tuhan ku, Engkau menerima tobatku dan mengampuni dosa-dosaku,maka muliakan aku dengan mudah faham dan hafal,lalu aku bisa menghafal dan memahami yang kudengar mengenai ilmu atau Al-Qur’an.

_Tuhan, muliakan aku dengan suara yang merdu, sehingga yang mendengar bacaanku semakin lunak hatinya sekalipun ia memiliki hati sekeras batu.

_Tuhanku, berikan rezki yang halal padaku dari jalan yang tidak aku duga-duga”.

Allah SWT, pun mengabulkan doanya, dia mudah faham dan hafal, setiap orang yang mendengar bacaan Al-Qur’an langsung tobat, dan setiap hari pasti ada semangkuk kuah dan 2 potong roti tampa tahu siap yang menaruh di depan rumahnya. Hal itu terus menerus sampai ia meninggal dunia.

Inilah keadaan orang yang benar-benar kembali ke jalan Allah, Karena Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala kebajikan dari perbuatan bagusnya.

Sebagian Ulama ada yang di tanyakan begini. “ Apakah hamba yang tobat mengerti, adakah tobatnya di terima atau tidak !.

JawabanYa : “ Dalam hal ini tidak ada putusan hukum secara pasti, akan tetapi semuanya memiliki tanda-tanda :

_Ia melihat dirinya jauh dan terhindar dari maksiat.

_Ia merasa hatinya selalu gembira,dan rasanya Tuhan sangat dekat sekali.

_Ia dekat dengan orang-orang baik dan jauh dari orang-orang yang ahli berdosa.

Maka ia memandang segi, dunia yang sedikit sudah terlalu banyak(puas). Namun segi akherat yang sudah banyak masih di anggap kecil (kurang).

_Ia menyibukkan hatinya dengan sesuatu yang di wajibkan Allah Ta’ala.

_Ia menjaga Lisanya (tiak berkata kotor), selalu tafakkur, dan selalu menyesali dosa-dosa yang pernah di kerjakan.

(Rahasai Ketajaman Mata Hati)

Previous Older Entries